JENIS-JENIS PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

Perselisihan industrial ada bermacam-macam antara lain :

  1. Perselisihan Hak
  2. Perselisihan karena pemutusan hubungan kerja
  3. Perselisihan antar serikat pekerja
  4. Perselisihan kepentingan

Setiap jenis perselisihan industrial di atas mempunyai cara penyelesaian perselisihan yang berbeda-beda.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut di atas dapat dilihat di situs berikut ini :

http://rechthan.blogspot.co.id/2016/05/upaya-penyelesaian-perselisihan.html

 

PENYELESAIAN PERSELISIHAN INDUSTRIAL

Perselisihan industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan. Perselisihan hak yaitu perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak, akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

  • Perselisihan kepentingan adalah perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan, dan atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, atau peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Perselisihan pemutusan hubungan kerja adalah perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu pihak. Sedangkan perselisihan antara serikat pekerja adalah perselisihan antara serikat pekerja/serikat buruh dengan serikat pekerja/serikat buruh lain hanya dalam satu perusahaan, karena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak, dan kewajiban serikat pekerja.

Perselisihan industrial jika tidak ditangani secara serius akan berakibat keharmonisan hubungan industrial tidak tercapai. Maka perlu dipelajari bagaimana cara penyelesaian perselisihan industrial yang dapat menyenangkan pihak-pihak yang berkepentingan.

Berikut adalah prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial :

Slide18

Sumber : Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004

HUBUNGAN INDUSTRIAL ( HI ) VS HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA ( HIP )

Hubungan Industrial merupakan hubungan antara semua pihak yang berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Hubungan Industrial dapat diartikan hubungan antara manajemen dan pekerja atau “ Management Employee Relationship.” Hubungan industrial dapat menciptakan keharmonisan  antara perusahaan dengan pekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Apabila produktivitas perusahaan meningkat, maka akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pekerja dan peningkatan ekonomi negara.

Salah satu cara untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, pekerja, serikat pekerja dan pemerintah adalah melaksanakan hubungan industrial berdasarkan sila-sila dalam Pancasila. Berikut adalah contoh perilaku-perilaku hubungan industrial berdasarkan Pancasila :

a. Hubungan Industrial berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, contohnya pengusaha dan pekerja tidak boleh bertindak diskriminatif atas perbedaan agama.

b. Hubungan Industrial berdasarkan Kemanusiaan yang adil dan beradab, contoh:  adanya sistem pembagian kerja yang seimbang sesuai dengan keahlian dan kemampuan kerja masing-masing.

c. Hubungan industrial berdasarkan persatuan Indonesia contohnya pengusaha dan pekerja harus menempatkan kepentingan negara dan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

d. Hubungan industrial berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat. Contohnya hak pekerja untuk membentuk serikat pekerja.

e. Hubungan industrial berdasarkan keadilan sosial, contohnya setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusinya terhadap perusahaan.

Apabila masing-masing pihak hubungan industrial menjalankan hubungan industrial sesuai dengan sila-sila dalam Pancasila maka akan menciptakan hubungan yang harmonis sehingga  perselisihan industrial akan dapat dihindari.